Judul: Pintu Harmonika
Penulis: Clara Ng dan Icha Rahmanti
Penerbit: PlotPoint Publishing
Tebal: 307 halaman
Cetakan: Pertama, Januari 2013
Harga: Rp. 54.000,-
Rizal, Juni, dan David memiliki beberapa kesamaan. Yaitu sama – sama tinggal di ruko yang bedekatan. Lantai bawah ruko mereka digunakan untuk usaha orang tuanya. Mereka sama – sama menyebut tanah kosong di dekat ruko mereka itu sebagai ‘surga’. Karena di tempat itu mereka merasa tenang, nyaman, dan damai.
Jujur, gue tahu buku ini dari tweet akun PlotPoint itu sendiri. Gue penasaran sama buku ini karena ini merupakan karya dari dua orang penulis, yang menulis duet. Keren. Clara Ng, penulis yang sudah dikenal melahirkan karya – karya yang oke. Kalau Icha Rahmanti, gue baru dengar namanya. Tapi sejak membaca buku ini, gue tau ternyata beliau itu penulis hebat.Buku ini menceritakan tentang kisah Rizal, Juni, dan David mempertahankan ‘surga’ didekat ruko mereka itu. Banyak aksi – aksi yang unik yang mereka lakukan untuk menyelamatkan ‘surga’ mereka itu.
Dan uniknya lagi, buku ini bercerita dari 3 sudut pandang yang berbeda. Awalnya dari sudut pandang Rizal, kemudian Juni, lalu David. Unik. Jujur, ini pertama kalinya gue membaca buku seperti ini. Keren.
Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama, dimana narrator dalam cerita ikut menjadi tokoh.
Tokoh Rizal menggunakan bahasa gaul ‘gue’, terus tokoh Juni menggunakan bahasa ‘aku’, lalu David menggunakan bahasa ‘saya’.
Gue paling suka cerita dari sudut pandang David. Ceritanya seru, keren, dan penuh dengan hal – hal yang misterius. Banyak hal yang tak terduga deh di cerita dari sudut pandang David ini. Keren. Ini jadi plus pointnya sih menurut gue.
Diceritakan nilai Matematika Rizal kecil, kurang memuaskan. Oleh karena itu, gurunya menyarankan untuk membantu grup dance Cynthia untuk mencari dana. Kalau kekurangan dananya bisa tercukupi, nilai Matematika Rizal akan ditambah. Yang gue gak ngerti, kalau memang nilai Matematika Rizal kecil, kenapa ga melakukan remedial saja? Kenapa mesti ngebantu Cynthia untuk mencari dana? Gue agak gemana gitu untuk cerita dari sudut pandang Rizal. Ini minus pointnya menurut gue.
Covernya sih bagus, tapi sayang gue ga demen sama dobel covernya. Bikin ribet sewaktu gue baca. Agak - agak gemana gitu, hehe.
Over all, buku ini menarik banget untuk dibaca. Untuk teman ketika lo lagi kesepian, untuk menambah referensi buku dalam menulis juga bisa. Banyak pelajaran yang kita bisa petik dari buku ini.
Buku ini recommended untuk semua umur sih menurut gue, siapa aja bisa baca buku ini. Mulai dari anak SD sampai Orang tua pun bisa.
Mau tau ceritanya lebih lanjut? Monggo dibaca ya buku Pintu Harmonika ini! Hehe
Sekian review buku Pintu Harmonika dari gue, ini opini gue ya. Pendapat orang itu berbeda – beda tetapi tetap satu *eh. Thanks!
No comments:
Post a Comment