Judul : Raksasa Dari Jogja
Penulis : Dwitasari
Penerbit : PlotPoint Publishing
Tebal : 270 halaman
Cetakan : Keempat, Januari 2013
Harga : Rp. 47.000,-
Pertama gue lihat buku ini, gue langsung
tertarik untuk membaca karena cover bukunya keren, elegant. Judulnya juga unik
menurut gue. Raksasa dari Jogja, awalnya gue kira ini novel fantasi karena liat
judulnya doang. Kirain ada raksasa gitu yang hidup di Jogja, setelah melihat
dari dekat dan ngebaca synopsis buku nya, baru gue tau ternyata ini Novel Cinta
cuiii..
“Bianca
menarik napas lega. Selesai. Tak ada lagi rumus – rumus fisika dan matematika. Tatapannya
mengarah pada koleksi buku – buku fiksi yang tertata rapi di dekat meja
belajar. Matanya menjamah setiap buku yang terletak di sana. Detail judul
diperhatikannya dengan saksama. Tinggi rak buku itu melebihi tinggi Bianca, hamper
dua meter. Ia berjinjit, jemarinya bersemangat meraih buku bersampul hitam,
Biola Tak Berdawai, Seno Gumira Ajidarma.”
Itu ada lah kutipan paragraph pertama
buku ini. Jadi, tokohnya itu ada Bianca (tokoh utama) seorang remaja baru lulus SMA, trus kuliah ke
Jogja karena menurut dia Jogja itu kota yang pas buat dia. Selain itu juga ada factor
lain, seperti dia ingin melupakan Joshua, lelaki yang dia suka tapi direbut
sama sahabatnya sendiri, Letisha. Trus ada Kevin, sepupu Bianca dari Jogja yang
dijabarkan sih cowo, putih, ganteng. Kevin ini overprotective banget sama
Bianca, karena menurut Kevin, dia menemukan sosok adiknya yang telah meninggal
dunia di dalam Bianca. Trus ada Gabriel, ‘raksasa’ nya si Bianca ini. Jelas lah
raksasa, tinggi Bianca 165cm sedangkan Gabriel 195cm, jadi kalo Bianca ngobrol
sama Gabriel, dia ngomongnya sama teteknya Gabriel, hehehe.
Ceritanya, Bianca adalah seorang wanita
yang tidak percaya cinta. Karena mamanya sering di hajar sama papa nya (KDRT)
trus lelaki yang dia suka direbut sahabatnya sendiri, Letisha. Tapi disaat dia
tinggal dan kuliah di Jogja, dia mulai menemukan cinta. Awal pertemuannya
dengan Gabriel juga unik, Gabriel nabrak si Bianca pas lagi mau keluar dari bus
gitu, ciyeeh. Gabriel sempat disangka ‘orang tidak baik’ oleh Kevin karena
Kevin melihat Gabriel di tempat prostitusi di Jogja pada malam hari. Daaan ternyata…?
Baca yaa bukunya, nanti tahu deh kelanjutannya! Hehe.
Yang gue demen dari buku ini, penulis
menggambarkan Jogja dengan pas. Gue jadi bisa terbawa kedalam suasana malam
Jogja yang sepi, adem, hening. Gue rasa, penulis tau banyak tentang Jogja.
Sudut pandang (POV) yang di pake penulis
adalah sudut pandang orang ketiga serbatahu. Karena narrator tidak ikut menjadi
seorang tokoh didalem cerita. Ga keliatan gituu.
Jujur, ini buku cinta – cintaan yang
pertama kali gue baca. Gue agak gemana gitu sama buku - buku teenlit atau
chicklit. Biasanya juga sering baca buku dan nulis tentang komedi juga. Gue beli
buku ini karena tertarik sama judul dan covernya. So, sellpointnya berada di
judul dan cover menurut gue.
Over all, menghibur gue sih ini buku. Yaa,
kaya nonton film ftv cinta – cintaan gitu.
Yang masih ngejanggal di benak gue sampe
sekarang itu.. di akhir cerita penulis menceritakan kalo Bianca dan Gabriel
berpelukan. Yang jadi pertanyaan gue, itu si Bianca sama Gabriel bakal jadian
gak? Nikah gak? Punya anak berapa? Soalnya penulis ga nyeritain sih akhirnya
kaya gimana, ini nih minus pointnya menurut gue.
Recommended atau enggak? Recommended
buat pecinta Novel remaja cinta – cintaan, readers pemula, atau remaja yang gak
percaya cinta. Gak recommended buat pecinta komedi, karena lo akan ngerasa
gelisah (geli – geli basah) gitu baca buku ini. Buat yang biasa baca buku berat
atau readers expert juga gak recommended, karena nanti kalian ngerasa ngambang
baca buku ini.
Sekian review dari gue, ini opini gue
yaa. Kebenarannya itu relative, so kalo mau tau ceritanya lebih lanjut, segera
baca buku Raksasa Dari Jogja ini yaa!