Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Tool

[Review] Panduan Pintar SEO Plugins for WordPress

Thursday, 30 May 2013


Judul: Panduan Pintar SEO Plugins for WordPress
Penulis: Bunafit Nugroho dan Valentinus Alfa Dionny
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 268 halaman
Harga: Rp. 49.800

Buku ini adalah buku panduan tentang wordpress yang diperuntukan untuk pemula maupun menengah. Buat yang lagi belajar internet marketing juga. Gue beli buku ini karena gue lagi menekuni lebih dalam lagi tentang internet marketing.

Covernya lumayan bagus lah. Enak dipandang mata. Bahasanya juga mudah dimengerti buat gue yang pemula di wordpress. Ketebalan? Lumayan lah untuk ukuran buku tutorial. Langkah – langkahnya juga bagus, bisa gue mengerti dengan jelas.

Di buku ini ada beberapa Bab, yang berkaitan dengan wordpress, yaitu:

Bab I dalam buku ini membahas tentang dasar menggunakan plugin wordpress. Seperti cara menginstal wordpress berbayar, login ke wordpress, membuat artikel, melihat blog, memasang plugin, dan lain lain.

Bab III dalam buku ini membahas tentang plugin gadget dan fasilitas wordpress. Seperti plug in social widget, google maps widget, easy contact form, dan masih banyak lagi plug in wordpress yang tentunya bermanfaat.

Bab V dalam buku ini membahas tentang plug in yang berhubungan tentang seo wordpress. Seperti SEO Ultimate, SEO tools, SEO data transporter, dan masih banyak lagi plug in seo wordpress.

Masih ada bab – bab yang lainnya. Tentunya bermanfaat buat kamu yang lagi belajar tentang seo pada wordpress. Mau tau apa aja? Dapatkan segera buku ini di toko buku yaa, lalu baca dan praktekan! Hehehe.

Bab yang paling gue suka itu adalah Bab III. Gue jadi tau ternyata wordpress itu punya banyak plug in keren yang tentunya sangat bermanfaat dalam blogging. Aye!

Over all, buku ini recommended dah buat yang lagi belajar internet marketing khususnya seo pada wordpress.

Sekian review buku Panduan Pintar SEO Plugins for WordPress dari gue. Thanks!

[Review] Rumah Di Seribu Ombak

Friday, 24 May 2013


Judul: Rumah Di Seribu Ombak
Penulis: Erwin Arnada
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 388 halaman
Cetakan: Ketiga, 2012
Harga: Rp. 55.000,-

“Seperti sore – sore sebelumnya di penghujung Desember. Seperti Sembilan tahun yang silam. Pasir hitam Pantai Lovina terasa lembut dan basah. Sore ini, mendung belum selesai menggelapi kawasan Kalidukuh, tempat kelahiran sekaligus tempat aku dibesarkan. Hujan juga baru bersiap menyiram lahan dan tanah Singaraja..” kutipan paragraph pertama buku ini.

Buku ini menceritakan tentang kisah persahabatan dua orang anak di pesisir pantai Singaraja, tepatnya di Desa Kalidukuh. Mereka adalah Samihi Ismail yang biasa dipanggil Samihi dan Wayan Manik yang biasa dipanggil Yanik. Samihi beragama Islam dan Yanik beragama Hindu. Dan juga menceritakan tentang kisah Samihi menaklukan ketakutannya terhadap air dan bisa menjadi seorang surfer professional.

Buku ini menggambarkan toleransi antara umat beragama, Islam dan Hindu di Singaraja. Gilaa, gue suka banget buku seperti ini. Perbedaan keyakinan diantara kita bukan berarti kita merasa beda, tapi kita ini saudara, saudara se-tanah air! *prokprok*

Walaupun konflik – konflik yang disajikan oleh penulis udah bisa gue tebak jalan ceritanya, buku ini tetap menghibur kok. Seperti ketakutan Yanik saat melihat Andrew, si bule dari Australia itu, gue sudah bisa menebak bahwa Yanik punya pengalaman yang kelam dengan si bule, eh benar ternyata Andrew seorang pedofil. Dan masih banyak lagi..

Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu Samihi sebagai narrator sekaligus ikut menjadi tokoh dalam cerita. Tapi ada juga bagian dimana penulis menggunakan sudut pandang ketiga serba tahu, saat menceritakan kisah Syamimi yaitu adik dari Samihi dan kisah Wayan Manik setelah iya menghilang beberapa tahun.

Ada juga beberapa kesalahan di buku ini seperti:

- Halaman 208, kesalahan ketik (ditulis memnberi, mungkin maksudnya memberi)
- Halaman 292, kesalahan ketik (ditulis memgutak, mungkin maksudnya mengutak)
- Halaman 293, ditulis “Berbeda dengan saat masih bercelana biru, saat ini banyak kegiatan praktikum..” mungkin maksudnya saat masih bercelana merah alias SD.
- Halaman 348, kesalahan ketik (ditulis daam, mungkin maksudnya dalam)
- Halaman 374, kesalahan ketik (ditulis Shang Hyang Widhi, mungkin maksudnya Sang Hyang Widhi)

Yaa mungkin editor lagi ngantuk saat mengedit naskah ini, tidak papa. Editor maupun penulis juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Hehehe..

Buku ini keren man, kenapa? Soalnya buku ini yang pertama kali bisa bikin gue tersentuh, bahkan keluar air mata saat membacanya. Yaitu di halaman 244 – 245 bagian surat dari Yanik yang ditujukan kepada Samihi. Sumpah bagian ini sedih banget.

Menurut gue, penulis sukses banget membawa pembaca (gue) untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh – tokoh didalam cerita ini. Sukses berat buat om Erwin!

Buku ini recommended deh, buat temen – temen yang mau tau apa arti persahabatan, arti toleransi antara umat berbeda agama yang sesungguhnya. Wajib banget baca buku ini! Mau tau cerita di buku ini seperti apa? Monggo dibaca yaa!

Sekian review dari gue, pendapat orang lain mungkin berbeda, tapi tak lah. Hehe. Thanks!

[Review] Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu

Wednesday, 22 May 2013

Judul: Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gagas Media Publishing
Tebal: 346 halaman
Cetakan: Pertama, 2012
Harga: Rp. 49.000,-

Gue tau tentang buku ini saat gue lagi browsing di websitenya Gagas Media. Iseng – iseng aja gitu buka bagian non fiksi nya. Kebetulan sih, gue lagi pengin nyari buku tentang panduan nulis gitu. Yee akhirnya ketemu buku ini. Awalnya sih agak susah dapetin buku ini, gue mesti hunting di 3 Gram*dia yang berbeda untuk dapetin buku ini.

Design cover yang simpel, tapi keren gitu. Untuk kertasnya juga gue suka model kertas ini. Ngebacanya jadi asyik. Ketebalan? Pas untuk ukuran buku panduan menulis. Ukuran buku ga terlalu besar, ga terlalu kecil juga. Tapi kalo yang megang anak kecil yaa kekecilan juga kali, hehe.

Buku ini merupakan sebuah buku, dimana isinya ngebahas tentang taktik – taktik menulis fiksi gitu. Mulai dari elemen – elemen novel, proses menulis, hingga menghadapi penolakan naskah maupun proses apa yang terjadi setelah naskah kita diterima.

Di buku ini ada beberapa Bab, yang berkaitan dengan taktik – taktik menulis.

Bab II dalam buku ini membahas tentang elemen – elemen novel. Seperti cara menentukan genre sesuai dengan apa yang kita suka, brainstorming ide, cara melahirkan karakter yang oke dalam cerita, dan lain lain. Semua dibahas lengkap di buku ini. Lengkap dengan contoh – contohnya.

Bab IV dalam buku ini membahas tentang self editing. Gimana caranya naskah yang sudah kita buat kita edit sendiri, sebelum dikirim ke penerbit dan di edit oleh editor penerbit. Hal – hal apa yang mesti dilakukan saat self editing, lengkap dibahas di bagian ini.

Bab V dalam buku ini membahas tentang penerbitan novel yang sudah kita buat. Bagaimana seluk beluk penerbitan, hal apa yang mesti disiapin sebelum kita mengirim naskah ke penerbit, trus berapa lama naskah kita diproses oleh penerbit. Semua dibahas lengkap dibagian ini.

Masih ada bab – bab yang lainnya. Mau tau apa aja? Beli dong bukunya terus dibaca! Atau engga, pinjem di temen atau siapa gitu yang punya buku ini dan sudah baca. Hehehe.

Semua bab di buku ini gue suka. Tapi yang paling gue demen itu adalah bagian penerbitan novel. Gue jadi tau tentang penerbitan naskah kaya gimana. Pembagian royalty berapa persen, teruss banyak dehh yang dibahas. Heheh.

Over all, buku ini bagus banget. Gue kasih nilai 4/5 deh. Mendekati sempurna, hehe.

Recommended banget buat temen – temen yang lagi proses belajar menulis fiksi, pengajar menulis fiksi, buat bahan ajaran juga. Semua.

Mau tau ilmu didalam buku ini lebih lanjut? Yuk dibaca buku ini!

Sekian review buku Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu dari gue, ini opini gue ya. Pendapat orang lain mungkin berbeda. Hehe. Thanks!

[Review] Pintu Harmonika karya Clara Ng dan Icha Rahmanti

Tuesday, 21 May 2013


Judul: Pintu Harmonika
Penulis: Clara Ng dan Icha Rahmanti
Penerbit: PlotPoint Publishing
Tebal: 307 halaman
Cetakan: Pertama, Januari 2013
Harga: Rp. 54.000,-

Rizal, Juni, dan David memiliki beberapa kesamaan. Yaitu sama – sama tinggal di ruko yang bedekatan. Lantai bawah ruko mereka digunakan untuk usaha orang tuanya. Mereka sama – sama menyebut tanah kosong di dekat ruko mereka itu sebagai ‘surga’. Karena di tempat itu mereka merasa tenang, nyaman, dan damai.

Jujur, gue tahu buku ini dari tweet akun PlotPoint itu sendiri. Gue penasaran sama buku ini karena ini merupakan karya dari dua orang penulis, yang menulis duet. Keren. Clara Ng, penulis yang sudah dikenal melahirkan karya – karya yang oke. Kalau Icha Rahmanti, gue baru dengar namanya. Tapi sejak membaca buku ini, gue tau ternyata beliau itu penulis hebat.

Buku ini menceritakan tentang kisah Rizal, Juni, dan David mempertahankan ‘surga’ didekat ruko mereka itu. Banyak aksi – aksi yang unik yang mereka lakukan untuk menyelamatkan ‘surga’ mereka itu.

Dan uniknya lagi, buku ini bercerita dari 3 sudut pandang yang berbeda. Awalnya dari sudut pandang Rizal, kemudian Juni, lalu David. Unik. Jujur, ini pertama kalinya gue membaca buku seperti ini. Keren.

Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama, dimana narrator dalam cerita ikut menjadi tokoh.
Tokoh Rizal menggunakan bahasa gaul ‘gue’, terus tokoh Juni menggunakan bahasa ‘aku’, lalu David menggunakan bahasa ‘saya’.

Gue paling suka cerita dari sudut pandang David. Ceritanya seru, keren, dan penuh dengan hal – hal yang misterius. Banyak hal yang tak terduga deh di cerita dari sudut pandang David ini. Keren. Ini jadi plus pointnya sih menurut gue.

Diceritakan nilai Matematika Rizal kecil, kurang memuaskan. Oleh karena itu, gurunya menyarankan untuk membantu grup dance Cynthia untuk mencari dana. Kalau kekurangan dananya bisa tercukupi, nilai Matematika Rizal akan ditambah. Yang gue gak ngerti, kalau memang nilai Matematika Rizal kecil, kenapa ga melakukan remedial saja? Kenapa mesti ngebantu Cynthia untuk mencari dana? Gue agak gemana gitu untuk cerita dari sudut pandang Rizal. Ini minus pointnya menurut gue.

Covernya sih bagus, tapi sayang gue ga demen sama dobel covernya. Bikin ribet sewaktu gue baca. Agak - agak gemana gitu, hehe.

Over all, buku ini menarik banget untuk dibaca. Untuk teman ketika lo lagi kesepian, untuk menambah referensi buku dalam menulis juga bisa. Banyak pelajaran yang kita bisa petik dari buku ini.

Buku ini recommended untuk semua umur sih menurut gue, siapa aja bisa baca buku ini. Mulai dari anak SD sampai Orang tua pun bisa.

Mau tau ceritanya lebih lanjut? Monggo dibaca ya buku Pintu Harmonika ini! Hehe
Sekian review buku Pintu Harmonika dari gue, ini opini gue ya. Pendapat orang itu berbeda – beda tetapi tetap satu *eh. Thanks!

 

Most Reading

Ads 200x200

Ads 200x200

Tags

Sidebar One

Nama gue Wangga Kharisnu, senang membaca dan juga menulis. Di blog ini, gue akan tumpahkan segala opini gue tentang buku - buku yang sudah gue baca. Enjoy this blog.

Happy Reading!